Skip to main content

KARYA Sapardi Djoko Damono

Karya Sastra

  • Duka-Mu Abadi (1969)
  • Lelaki Tua dan Laut (1973; terjemahan karya Ernest Hemingway)
  • Mata Pisau (1974)
  • Sepilihan Sajak George Seferis (1975; terjemahan karya George Seferis)
  • Puisi Klasik Cina (1976; terjemahan)
  • Lirik Klasik Parsi (1977; terjemahan)
  • Dongeng-dongeng Asia untuk Anak-anak (1982, Pustaka Jaya)
  • Perahu Kertas (1983)
  • Sihir Hujan (1984; mendapat penghargaan Puisi Putera II di Malaysia)
  • Water Color Poems (1986; translated by J.H. McGlynn)
  • Suddenly The Night: The Poetry of Sapardi Djoko Damono (1988; translated by J.H. McGlynn)
  • Afrika yang Resah (1988; terjemahan)
  • Mendorong Jack Kuntikunti: Sepilihan Sajak dari Australia (1991; antologi sajak Australia, dikerjakan bersama R:F: Brissenden dan David Broks)
  • Hujan Bulan Juni (1994)
  • Black Magic Rain (translated by Harry G Aveling)
  • Arloji (1998)
  • Ayat-ayat Api (2000)
  • Pengarang Telah Mati (2001; kumpulan cerpen)
  • Mata Jendela (2002)
  • Ada Berita Apa hari ini, Den Sastro? (2002)
  • Membunuh Orang Gila (2003; kumpulan cerpen)
  • Nona Koelit Koetjing: Antologi cerita pendek Indonesia Periode Awal (1870an – 1910an)” (2005; salah seorang penyusun)
  • Mantra Orang Jawa (2005; puitisasi mantra tradisional Jawa dalam bahasa Indonesia)
  • Before Dawn: The Poetry of Sapardi Djoko Damono (2005; translated by J.H. McGlynn)
  • Kolam (2009; kumpulan puisi)
  • Sutradara Itu Menghapus Dialog Kita (2012; kumpulan puisi)
  • Namaku Sita (2012; kumpulan puisi)
  • The Birth of I La Galigo (2013; puitisasi epos “I La Galigo” terjemahan Muhammad Salim, kumpulan puisi dwibahasa bersama John McGlynn)
  • Hujan Bulan Juni: Sepilihan Sajak (edisi 1994 yang diperkaya dengan sajak-sajak sejak 1959, 2013; kumpulan puisi)
  • Trilogi Soekram (2015; novel)
  • Hujan Bulan Juni (2015; novel)
  • Melipat Jarak (2015, kumpulan puisi 1998-2015)
  • Suti (2015, novel)
  • Pingkan Melipat Jarak (2017;novel)
  • Yang Fana Adalah Waktu (2018;novel)

Karya Nonsastra

  • Sastra Lisan Indonesia (1983), ditulis bersama dengan Subagio Sastrowardoyo dan A. Kasim Achmad. Seri Bunga Rampai Sastra ASEAN.
  • Puisi Indonesia Sebelum Kemerdekaan
  • Dimensi Mistik dalam Islam (1986), terjemahan karya Annemarie Schimmel “Mystical Dimension of Islam”, salah seorang penulis.
  • Jejak Realisme dalam Sastra Indonesia (2004), salah seorang penulis.
  • Sosiologi Sastra: Sebuah Pengantar Ringkas (1978).
  • Politik Ideologi dan Sastra Hibrida (1999).
  • Pegangan Penelitian Sastra Bandingan (2005).
  • Babad Tanah Jawi (2005; penyunting bersama dengan Sonya Sondakh, terjemahan bahasa Indonesia dari versi bahasa Jawa karya Yasadipura, Balai Pustaka 1939).
  • Bilang Begini, Maksudnya Begitu (2014), buku apresiasi puisi.
    Alih Wahana (2013)
  • Kebudayaan (Populer) (di Sekitar) Kita (2011)
    Tirani Demokrasi (2014)

Comments

Popular posts from this blog

  Untuk Anakku Aku tak punya apa apa anakku.... Hanya tanda koma dan tanda titik Beberapa tanda tanya... Sedikit tanda seru Hanya tanda koma dan tanda titik Bebebrapa tanda tanya... Sedikit tanda seru Aku tak punya apa apa anakku Hanya sedikit remah remah roti Sisa pemberianmu... Roti yg kau beri dengan cinta dan ketulusan... Aku tak punya apa apa anakku Hanya sedikit bisikan pada Tuhan Agar tanda titik yg kupunya bisa kau sematkan dibukumu Tanda tanya yang kupunya  Kau pakai sebagai topi agar tak kehujanan apalagi kepanasan Saat jiwa terasa senyap Saat kau lihat ramai  Berebut remah remah sisa pesta Kau bisa menggunakan tanda seru yg pernah ku titipkan padamu Aku tak punya apa apa anakku Hanya bisikan penuh resah Kutitipkan negri ini dibahumu Agar ia tak lupa pada tanah yg menjadikanmu ada.... # Jumatberkah # cerita  pagi 😊 16 nov 2018
  Denyut Nadi Begitu banyak warna menjelma dalam sikap merenda pergulatan hidup dalam jejek sejarah Malam menghantar sepi cahyaMu samar diujung detik berjalan cepat renta raga tak berdaya Denyut kehidupan smakin lambat didera sakit tak terhingga........ begitu dekat maut menyapa. Mengharap RahmatMu tergapai disisa nafas tersengal nyeri bibir berkeluh. Akankah......tiba saatnya. Kebumen,Maret 2010  

PUISI SAPARDI DJOKO DAMONO

Hatiku Selembar Daun Hatiku Selembar Daun Hatiku selembar daun melayang jatuh di rumput; Nanti dulu, biarkan aku sejenak terbaring di sini; ada yang masih ingin kupandang, yang selama ini senantiasa luput; Sesaat adalah abadi sebelum kausapu tamanmu setiap pagi   Hujan Bulan Juni tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan Juni dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbunga itu tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan Juni dihapusnya jejak-jejak kakinya yang ragu-ragu di jalan itu tak ada yang lebih arif dari hujan bulan Juni dibiarkannya yang tak terucapkan diserap akar pohon bunga itu Yang Fana Adalah Waktu Yang fana adalah waktu.  Kita abadi  memungut detik demi detik, merangkainya seperti bunga sampai pada suatu hari kita lupa untuk apa “Tapi, yang fana adalah waktu, bukan?” tanyamu. Kita abadi. 1978 Pada Suatu Hari Nanti Pada suatu hari nanti, Jasadku tak akan ada lagi, Tapi dalam bait-bait sajak ini, Kau tak akan kurelakan sendiri...